-Tujuan akhir dari Umat Buddhis adalah “Kebebasan Sejati” atau “Nibbana”.
-Kita menjadi Buddhis bukanlah proses sehari-duahari atau setahun-duatahun tetapi proses yang panjang, yaitu seluruh kehidupan kita, dari dulu yang tak berujung sampai kini.
-Buddhis mengajarkan kita mengubah pola pikir. (About Mind Set)
-Tiga Motivasi umat Buddhis adalah 1. Kecil : kehidupan akan datang, lahir di alam bahagia. 2. Sedang : Bebas dari samsara—Nibbana, dan 3. Besar : Menjadi Buddha demi kebaikan semua mahkluk.
-Semua sekte dalam agama Buddha mempunyai motivasi yang sama yaitu, kesucian batin.
Motivasi dalam Buddhis oleh Ci Rika Lenawaty
Sabtu, 28 Agustus 2010
Diposting oleh
Dhammadharassa
di
09.08
0
komentar
Nasionalisme dalam Buddhis oleh Ko Yosep Setiawan
Minggu, 22 Agustus 2010
-Tanah yang paling harum dan air serta udara yang paling segar adalah tanah, air, dan udara di tanah kelahiran kita
-Kutipan sutta “ Bertempat tinggal di tempat yang sesuai adalah berkah utama “ menunjukkan bahwa tanah air kita, Indonesia, yang kaya akan kekayaan alam ini adalah tempat yang dimaksud tersebut. Hanya saja, biasanya kesadaran dan kebijaksanaan kita yang kurang dalam memanfaatkannya
-Salah satu Presiden AS, John F Kennedy berkata “Jangan tanyakan apa yang negara berikan pada Anda, tetapi apa yang telah Anda berikan kepada Negara“
-Nasionalisme dalam Buddhis mengajarkan bahwa apa yang diperjuangkan harus benar dan baik bagi diri sendiri dan orang lain.
-Mencintai tanah air tidak harus ikut berperang tetapi dapat dimulai dari hal-hal kecil seperti menjaga kelestarian lingkungan sekitar dan menekuni hal-hal yang dapat mengukir prestasi
Ko Yosep on FB
Diposting oleh
Dhammadharassa
di
00.08
0
komentar
Yang Muda Yang Bertanggung Jawab oleh Ko Wira
Sabtu, 14 Agustus 2010
-Bertanggung jawab berarti siap menerima tugas dan kewajiban
-Kewajiban umat Buddhis adalah menjaga citra baik agama Buddha
-Tanggung jawab kita sebagai pemuda-pemudi Buddhis adalah menjalankan Pancasila Buddhis (bertekad menghindari pembunuhan, bertekad menghindari pencurian, bertekad menghindari perbuatan asusila, bertekad menghindari ucapan tidak benar, dan menghindari minuman/makanan yang dapat menyebabkan lemahnya kewaspadaan)
Diposting oleh
Dhammadharassa
di
09.53
0
komentar
Berani untuk Gagal oleh Bhante Attadiro
Minggu, 08 Agustus 2010
•Kegagalan sepatutnya dianggap sebagai batu loncatan agar bisa mencapai keberhasilan
•Dengan pernah mengalami kegagalan seseorang bias belajar sehingga bisa lebih baik karena kegagalan adalah ibu dari keberhasilan
•Kita bisa belajar dari keteguhan hati seekor laba-laba yang terus-menerus merajut jaringnya, berapa kali pun jaringnya itu rusak.
•Mati dalam perjuangan adalah lebih mulia daripada hidup tanpa perjuangan
•Berpikirlah positif tatkala kita sedang terpuruk dalam kegagalan, seperti seorang anak yang terus berusaha berjalan karena ia yakin bisa berjalan seperti orang tuanya
•Tidak ada manusia yang tidak mengalami kegagalan karena kegagalan adalah bagian dari keberhasilan
•Trik menghadapi kegagalan adalah mempertebal keyakinan akan apa yang akan dilakukan, singkirkan keragu-raguan.
Diposting oleh
Dhammadharassa
di
04.17
0
komentar
