Cara Mencapai Impian/Cita-cita oleh Ko Dedy Mulyadi

Sabtu, 26 Juni 2010

  • Cita-cita bisa berupa jangka cita-cita jangka pendek maupun jangka panjang
  • Dengan adanya keyakinan dalam pikiran, kita bisa mengubah semua hal-hal buruk menjadi baik karena PIKIRAN adalah PELOPOR
  • Jangan jadikan faktor KARMA MASA LALU/NASIB sebagai penghalang kita mau berusaha. Ubahlah mindset/pola pikir itu terlebih dahulu
  • Cara mengubah pikiran menjadi positif adalah dengan BERMEDITASI
  • Tidak ada manusia yang bodoh. Kepandaian manusia tidak bisa diukur dari satu bidang saja karena ada kepandaian yang berbeda bidang atau yang dikenal dengan Kecerdasan Majemuk ( Multiple Inteligences). Jika kita tidak bisa di satu bidang, maka janganlah BERKECIL HATI, karena pasti ada bidang lain yang kita kuasai
  • Kenali potensi masing-masing diri kita. Semua orang mempunyai kemampuan yang SAMA pada saat DILAHIRKAN. Kemudian diskusi/ konselinglah kepada orang yang berkompeten (menguasai). Lalu buatlah rencana untuk jangka ke depan. Setelah langkah-langkah ini terpenuhi, BERAKSILAH/LAKUKANLAH. Dalam tahap ini akan banyak kegagalan yang kita temui. Namun ingatlah bahwa GAGAL itu BIASA dan SUKSES itu LUAR BIASA. Jadi, tetaplah fokus pada tujuanmu tadi. Ketika keberhasilan telah diraih, BERBAGILAH pada sesama.
  • Hal yang besar berawal dari hal kecil seperti jalannya sebuah kapal karena adanya kemudi yang hanya berukuran sepersekian dari ukuran badan kapalnya.
  • Faktor-faktor yang mempengaruhi tercapainya cita-cita : pengetahuan, keterampilan


Ko Dedy Mulyadi on FB

Manfaat Kita Jujur oleh Ko Hendra

Sabtu, 19 Juni 2010

•Kejujuran adalah apa yang ada dalam hati sebenarnya dikeluarkan
•Kejujuran terkadang menyakitkan namun di balik itu kejujuran mendatangkan kelegaan
•Belajarlah dari kejujuran yang diungkapkan orang lain terhadap kita
•Kejujuran yang kita ucapkan adalah lebih penting daripada pengakuan orang lain akan kejujuran kita

Membangun Semangat dalam Diri oleh Ko Deny Vangsapalo

Sabtu, 12 Juni 2010

•Semangat (Viriya) usaha dari pikiran dalam melakukan suatu perbuatan (baik dan buruk)

•Viriya sudah ada dalam diri manusia sejak proses pembuahan

•Secara alami, otak manusia cenderung menghindari penderitaan dan mencari kebahagiaan

•Lima cara membangun semangat :
-Pengulangan atau repitisi : kebiasaan yang tebangun dalam keseharian
-Identifikasi kelompok atau keluarga ; pengaruh lingkungan sekitar dalam kebiasaan keseharian
-Ide yang disampaikan oleh figur yang dipandang memiliki otoritas ; instruksi dari orang yang berkesan bagi kita cenderung lebih melekat dalam iri kita
-Emosi yang intens
-Kondisi alfa (hipnotis) atau meditasi ; ketika pikiran tenang segala seuatu yang masuk akan terasa lebih lancar

•Langkah pertama yang dapat kita lakukan ketika semangat kita sedang down adalah mengubah posisi tubuh menjadi posisi yang kokoh (badan tegap)

Ko Denny Vangsapalo on FB

Kebahagiaan dalam Buddhisme oleh Romo Sudar

- Cobalah untuk HIDUP PADA SAAT INI : tidak membuang waktu untuk menyesali masa lalu, tidak menyia-nyiakan waktu untuk mencemaskan masa yang akan datang, tetapi bahagia pada saat ini.

- Kebahagiaan seorang tergantung pada pola pikir dan pola hidupnya

- Kebahagiaan tidak berarti harus memiliki banyak materi karena " TAHU CUKUP ADALAH ORANG KAYA "

- Kebahagiaan dalam Buddhisme adalah kepuasan akan apa yang telah kita miliki yang merupakan kekayaan tertinggi

- Orang yang berbuat baik walaupun kebahagiaan belum datang, tapi sebenarnya marabahaya telah menjauhinya.

- Meditasi adalah jalan menuju ke kebahagiaan, dengan pikiran dan perasaan tenang kita akan bisa bersyukur secara mendalam, dengan begitu Kebahagiaan yang sejati akan kita rasakan

5 Juni 2010