Menjaga Suasana Hati Menurut Buddha Dharma dengan baik oleh Ko Amir

Sabtu, 31 Juli 2010

• Kegelisahan dalam hidup bersumber dari kekotoran batin yakni Tanha ( keinginan ) yang belum bisa dikendalikan
• Kikislah iri hati dan kembangkanlah Mudita ( simpati terhadap kebahagiaan dan kesedihan orang lain)
• Buddha berkhotbah bahwa “ Hiduplah tanpa ketamakan dan juga tidak iri hati. Isilah pikiran dengan kebajikan. Memiliki pikiran murni serta batin teguh dan terkonsentrasi “
• Biasanya suasana hati kita sering dipengaruhi kondisi-kondisi di luar diri kita sendiri, akibatnya kita mudah ikut-ikutan. Bijaksanalah dalam hal ini. Ikuti kondisi yang positif dan hindari kondisi yang negatif.

Akibat dari Kemarahan

Menurut ajaran Sang Buddha, apapun alasannya kemarahan tidak perlu dilakukan.
Bila ada kesalahan, tidak perlu diselesaikan dengan marah2, bisa dengan diajari, dituntun, dibimbing dengan sabar.

Akibat dari kemarahan:
1. Menimbulkan rasa sakit hati di hati orang lain, sehingga dapat merugikan diri sendiri dan menambah karma buruk.
2. Bahaya bagi kesehatan sendiri (Jantung berdetak lebih cepat, tekanan darah menjadi tidak teratur.)
3. Usia menjadi lebih pendek dari seharusnya.
4. Pada saat marah, manusia akan mengeluarkan nafas dengan kandungan yang berbeda dari biasanya.