Kelahiran yang Lain oleh Ibu Iin Suarni

Sabtu, 18 September 2010

• Dalam bahasa sehari-hari “kelahiran” menunjukkan kelahiran secara fisik dari tubuh sseorang ibu
• Dalam bahasa Dhamma “kelahiran” : menunjukkan suatu kejadian batiniah yang timbul dari ketidaktahuan, kemelekatan dan keterikatan
• Pikiran kita selalu berubah bahkan dalam hitungan detik, ini sesuai dengan Hukum Anicca ( tidak ada yang kekal). Inilah yang dimaksud dengan kelahiran secara Dhamma (pikiran/batiniah)
• Jenis kelahiran yang mengakibatkan masalah bagi kita adalah kelahiran batiniah dimana kelahiran batiniah adalah tak terhingga
• Kelahiran batiniah adalah hasil dari kemelekatan (upadana) dan ketidaktahuan (avijja)
• 12 Niddana (kekotoran batin) adalah ketidaktahuan (avija), (sankhara), ( vinnana), (namma-rupa), (salayathana), (phasa), (vedana), (tanka), (upadana), ( bhava), (jati), dan (jara-marana)
• ketika pikiran kita mempunyai pikiran yang penuh dengan kekotoran batin pada saat itulah kita terlahir secara Dhamma di alam Duggati (alam yang tidak menyenangkan)
• Ada dua jenis Nibbana yaitu Tadanga Nibbana (Nibbana sementara yang tercapai karena faktor-faktor eksternal seperti lingkungan yang tenang dan keluarga/teman yang baik) dan Vikkhambhana Nibbana (Nibbana sejati yang dicapai melalui meditasi Vipassana)
• Ketika pikiran kita diliputi oleh keserakahan (moha) maka pada saat itu kita terlahir di alam Peta (setan kelaparan). Begitu juga jika ketika pikiran kita sedang diliputi ketidaktahuan maka pada saat itu kita terlahir di alam Tirachanna(binatang) dan sebagainya.
• Sebagai siswa Buddha yang mengenal Buddha dan telah melihat kelahiran-kelahiran batin, kita sepatutnya kita senantiasa waspada dan segera menarik pikiran yang diliputi avijja kembali kepada samma ditthi (pandangan benar)
• “ Jangan terlena dalam kelengahan, jangan terikat pada kesenangan-kesenangan indera, orang yang waspada dan rajin bersamadhi akan memperoleh kebahagiaan sejati “ (Dhammapada, Appamada Vagga II : 27)

Bakti Anak Kepada Orangtua oleh Bapak Hadi

Minggu, 12 September 2010

• Lebih baik kita menghormati orangtua kita sendiri sebelum menghormati Buddha dan Bikkhu Sangha, karena dengan begitu bakti kita akan menjadi baik.
• Bagaimanapun keadaan orangtua kita, semuanya adalah karena warisan karma kita sendiri, jadi sebenarnya orangtua kita ditentukan oleh kota sendiri melalui karma kita.
• Karma baik ibarat garam, dan karma baik ibarat air tawar dalam sebuah gelas. Kita bisa menawari karma buruk (rasa asin garam) dengan terus-menerus memperbanyak karma baik (air tawar).
• Jika ditelisik, sebenarnya ada sisi positif jika kita mempunyai orangtua yang kurang baik, karena kita berkesempatan menanam benih karma baik denga menjadikannya baik
• Orangtua adalah orang pertama yang mencemaskan kita tatkala kita sedang dalam keadaan yang mencemaskan
• Sangat baik kita berbuat baik kepada Buddha dan Bikkhu Sangha, tapi janganlah lupa berbuat baik juga kepada orangtua.
• Perbanyaklah bakti kepada orangtua ketika mereka masih hidup karena dengan begitu bakti kita akan lebih berharga daripada kita berbakti kepada orangtua kita mereka telah tiada.

Manfaat Cinta Kasih oleh Bhante Gunakaro

Selasa, 07 September 2010

• Tujuan akhir Agama Buddha adalah terlepas dari roda kelahiran kembali
• Dengan mengembangkan cinta kasih, kita akan disayangi oleh sesame manusia maupun makhluk slain manusia
• Dengan mengembangkan cinta kasih, para dewa akan dengan senang hati menolong dan melindungi kita tanpa diminta sekalipun
• Orang yang mengembangkan cinta kasih akan terhindar dari api, racun, dan senjata
• Dengan melatih pikiran “ Semoga Semua Makhluk Berbahagia “, kita akan muda berkonsentrasi sehingga segala pekerjaan yang dilakukan lancar dan cepat selesai
• Dengan mengembangkan cinta kasih, kita akan terlihat menyenangkan untuk dipandang walaupun secara fisik kurang indah.
• Dengan mengembangkan cinta kasih, kita bisa menghadapi kematian dengan tenang sehingga bisa terhindar dari kelahiran di alam-alam yang tidak menyenangkan
• Dengan mengembangkan cinta kasih, walaupun belum mencapai Nibbana kita bisa terlahir di alam Brahma.