• Dalam bahasa sehari-hari “kelahiran” menunjukkan kelahiran secara fisik dari tubuh sseorang ibu
• Dalam bahasa Dhamma “kelahiran” : menunjukkan suatu kejadian batiniah yang timbul dari ketidaktahuan, kemelekatan dan keterikatan
• Pikiran kita selalu berubah bahkan dalam hitungan detik, ini sesuai dengan Hukum Anicca ( tidak ada yang kekal). Inilah yang dimaksud dengan kelahiran secara Dhamma (pikiran/batiniah)
• Jenis kelahiran yang mengakibatkan masalah bagi kita adalah kelahiran batiniah dimana kelahiran batiniah adalah tak terhingga
• Kelahiran batiniah adalah hasil dari kemelekatan (upadana) dan ketidaktahuan (avijja)
• 12 Niddana (kekotoran batin) adalah ketidaktahuan (avija), (sankhara), ( vinnana), (namma-rupa), (salayathana), (phasa), (vedana), (tanka), (upadana), ( bhava), (jati), dan (jara-marana)
• ketika pikiran kita mempunyai pikiran yang penuh dengan kekotoran batin pada saat itulah kita terlahir secara Dhamma di alam Duggati (alam yang tidak menyenangkan)
• Ada dua jenis Nibbana yaitu Tadanga Nibbana (Nibbana sementara yang tercapai karena faktor-faktor eksternal seperti lingkungan yang tenang dan keluarga/teman yang baik) dan Vikkhambhana Nibbana (Nibbana sejati yang dicapai melalui meditasi Vipassana)
• Ketika pikiran kita diliputi oleh keserakahan (moha) maka pada saat itu kita terlahir di alam Peta (setan kelaparan). Begitu juga jika ketika pikiran kita sedang diliputi ketidaktahuan maka pada saat itu kita terlahir di alam Tirachanna(binatang) dan sebagainya.
• Sebagai siswa Buddha yang mengenal Buddha dan telah melihat kelahiran-kelahiran batin, kita sepatutnya kita senantiasa waspada dan segera menarik pikiran yang diliputi avijja kembali kepada samma ditthi (pandangan benar)
• “ Jangan terlena dalam kelengahan, jangan terikat pada kesenangan-kesenangan indera, orang yang waspada dan rajin bersamadhi akan memperoleh kebahagiaan sejati “ (Dhammapada, Appamada Vagga II : 27)
Kelahiran yang Lain oleh Ibu Iin Suarni
Sabtu, 18 September 2010
Diposting oleh
Dhammadharassa
di
22.41
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar