- Salam Buddhis yang lengkap adalah Nammo Buddhaya, Nammo Dhammaya, Nammo Sanghaya
- Istilah Buddha tanpa kata Sang sudah cukup karena arti Buddha sudah sangat tinggi yaitu “ Yang Sadar “
- Buddha Saranam gacchami lebih tepat diterjemahi menjadi “ Aku Pergi Berlindung kepada Buddha “ bukan “ Aku Berlindung kepada Buddha “ yang maksudnya kitalah yang harus aktif mencari perlindungan dari Buddha dengan meniru sifat-sifatnya.
- Sila pertama Pancasila Buddhis Pannatipata Veramani Samadhiyami tidak tepat diterjemahkan menjadi “ Aku Bertekad Menghindari Pembunuhan “ karena menjadi ambigu artinya. Contoh saat ada kasus pembunuhan oleh orang jahat kepada orang lain, kita yang melihat peristiwa itu bisa berpikiran yang diajarkan sila pertama adalah lari (menghindari pembunuhan)
- Esensi Sila ketiga Pancasila Buddhis lebih tepat adalah “Aku Bertekad Menjaga Kesetiaan”
- Ajaran Buddha “ Middle Way “ lebih tepat diterjemahkan “ Cara Hidup Moderat/Bersahaja “ daripada “ Jalan Tengah “
- Jadi umat Buddha adalah simple, fokuslah pada apa yang seharusnya dilakukan. Kalau sedang makan, maka pikiran selayaknya fokus makan jangan pikirkan yang lain. Saat belajar fokuslah, jangan pikirkan bermain, sebaliknya saat bermain jangan pikirkan tugas-tugas sekolah.
Kelirumologi dalam Agama Buddha oleh Ko Taspan
Kamis, 25 November 2010
Diposting oleh
Dhammadharassa
di
19.23
0
komentar
Bikkhu Kecil Yang Panjang Umur oleh Ibu Lida
Senin, 15 November 2010
• Menjadi seorang pelestari Dhamma bisa dengan mempraktekkan Dhamma melalui pikiran, ucapan, dan perbuatan, sehingga orang lain dapat merasakan indahnya Dhamma
• Berikan hati (kasih saying) maka orang lain akan memberikan hatinya kembali, dengan begitu kita akan disayangi, dicintai, dihargai dan diterima dimana pun kita berada
• Berikanlah kasih saying terlebih dahulu daripada mengharapkannya datang pada kita
• Setiap orang dapat menentukan kontrak hidupnya melalui kamma yang ia perbuat.
• Menghormati ayah dan ibu, menghormati orang-orang yang lebih tua, dan mempraktekkan Dhamma adalah kesempatan agar panjang umur.
Diposting oleh
Dhammadharassa
di
01.54
0
komentar
Meraih Impian oleh Pak Iyan Setiawan
Senin, 08 November 2010
- Dengan menjadi orang baik, kita bisa dipercaya oleh orang lain
- Menurut konsep Buddhis, hari esok ditentukan oleh kita sendiri . MASA DEPAN lahir dari MASA KINI.
- Kalau kita ingin mendapat sesuatu, maka kita harus berusaha dan berdoa jangan berdoa saja tidak action
- Hukum karma bekerja secara otomatis dan sistematis.
Diposting oleh
Dhammadharassa
di
12.00
0
komentar
Meraih Impian oleh Pak Iyan Setiawan
Rabu, 20 Oktober 2010
- Dengan menjadi orang baik, kita bisa dipercaya oleh orang lain
- Menurut konsep Buddhis, hari esok ditentukan oleh kita sendiri . MASA DEPAN lahir dari MASA KINI.
- Kalau kita ingin mendapat sesuatu, maka kita harus berusaha dan berdoa jangan berdoa saja tidak action
- Hukum karma bekerja secara otomatis dan sistematis.
Diposting oleh
Dhammadharassa
di
09.24
0
komentar
Kebahagiaan oleh Bhante Adhicito
Senin, 04 Oktober 2010
• Semua makhluk ingin berbahagia, sehingga siapa pun yang merampas kebahagiaan dia lah yang paling jahat.
• Ketika kita bisa membahagiakan orang lain saat itulah kita merasakan kebahagiaan, sedangkan kebahagiaan yang muncul karena keinginan akan sesuatu adalah kebahagiaan yang rentan penuh dengan lobha. Boleh mempunyai keinginan tetapi harus berhati-hati akan kesombongan dan kemelekatan setelah mencapai keinginan tersebut.
• Kebencian tidak akan pernah berakhir jika dibalas dengan kebencian
• Kita bisa mengatasi kebencian dengan minimal tidak membalasnya dengan kebencian juga jika sulit membalasnya dengan kebahagiaan.
• Dengan banyak mengamati ketidaksenangan, batin kita akan semakin dewasa, sehingga kita menjadi semakin bijaksana.
• Kembangkanlah keseimbangan batin (uppekha), karena ketika menghadapi keadaan yang bagaimana pun kita bisa tenang.
Diposting oleh
Dhammadharassa
di
18.51
0
komentar
Kelahiran yang Lain oleh Ibu Iin Suarni
Sabtu, 18 September 2010
• Dalam bahasa sehari-hari “kelahiran” menunjukkan kelahiran secara fisik dari tubuh sseorang ibu
• Dalam bahasa Dhamma “kelahiran” : menunjukkan suatu kejadian batiniah yang timbul dari ketidaktahuan, kemelekatan dan keterikatan
• Pikiran kita selalu berubah bahkan dalam hitungan detik, ini sesuai dengan Hukum Anicca ( tidak ada yang kekal). Inilah yang dimaksud dengan kelahiran secara Dhamma (pikiran/batiniah)
• Jenis kelahiran yang mengakibatkan masalah bagi kita adalah kelahiran batiniah dimana kelahiran batiniah adalah tak terhingga
• Kelahiran batiniah adalah hasil dari kemelekatan (upadana) dan ketidaktahuan (avijja)
• 12 Niddana (kekotoran batin) adalah ketidaktahuan (avija), (sankhara), ( vinnana), (namma-rupa), (salayathana), (phasa), (vedana), (tanka), (upadana), ( bhava), (jati), dan (jara-marana)
• ketika pikiran kita mempunyai pikiran yang penuh dengan kekotoran batin pada saat itulah kita terlahir secara Dhamma di alam Duggati (alam yang tidak menyenangkan)
• Ada dua jenis Nibbana yaitu Tadanga Nibbana (Nibbana sementara yang tercapai karena faktor-faktor eksternal seperti lingkungan yang tenang dan keluarga/teman yang baik) dan Vikkhambhana Nibbana (Nibbana sejati yang dicapai melalui meditasi Vipassana)
• Ketika pikiran kita diliputi oleh keserakahan (moha) maka pada saat itu kita terlahir di alam Peta (setan kelaparan). Begitu juga jika ketika pikiran kita sedang diliputi ketidaktahuan maka pada saat itu kita terlahir di alam Tirachanna(binatang) dan sebagainya.
• Sebagai siswa Buddha yang mengenal Buddha dan telah melihat kelahiran-kelahiran batin, kita sepatutnya kita senantiasa waspada dan segera menarik pikiran yang diliputi avijja kembali kepada samma ditthi (pandangan benar)
• “ Jangan terlena dalam kelengahan, jangan terikat pada kesenangan-kesenangan indera, orang yang waspada dan rajin bersamadhi akan memperoleh kebahagiaan sejati “ (Dhammapada, Appamada Vagga II : 27)
Diposting oleh
Dhammadharassa
di
22.41
0
komentar
Bakti Anak Kepada Orangtua oleh Bapak Hadi
Minggu, 12 September 2010
• Lebih baik kita menghormati orangtua kita sendiri sebelum menghormati Buddha dan Bikkhu Sangha, karena dengan begitu bakti kita akan menjadi baik.
• Bagaimanapun keadaan orangtua kita, semuanya adalah karena warisan karma kita sendiri, jadi sebenarnya orangtua kita ditentukan oleh kota sendiri melalui karma kita.
• Karma baik ibarat garam, dan karma baik ibarat air tawar dalam sebuah gelas. Kita bisa menawari karma buruk (rasa asin garam) dengan terus-menerus memperbanyak karma baik (air tawar).
• Jika ditelisik, sebenarnya ada sisi positif jika kita mempunyai orangtua yang kurang baik, karena kita berkesempatan menanam benih karma baik denga menjadikannya baik
• Orangtua adalah orang pertama yang mencemaskan kita tatkala kita sedang dalam keadaan yang mencemaskan
• Sangat baik kita berbuat baik kepada Buddha dan Bikkhu Sangha, tapi janganlah lupa berbuat baik juga kepada orangtua.
• Perbanyaklah bakti kepada orangtua ketika mereka masih hidup karena dengan begitu bakti kita akan lebih berharga daripada kita berbakti kepada orangtua kita mereka telah tiada.
Diposting oleh
Dhammadharassa
di
01.49
0
komentar
Manfaat Cinta Kasih oleh Bhante Gunakaro
Selasa, 07 September 2010
• Tujuan akhir Agama Buddha adalah terlepas dari roda kelahiran kembali
• Dengan mengembangkan cinta kasih, kita akan disayangi oleh sesame manusia maupun makhluk slain manusia
• Dengan mengembangkan cinta kasih, para dewa akan dengan senang hati menolong dan melindungi kita tanpa diminta sekalipun
• Orang yang mengembangkan cinta kasih akan terhindar dari api, racun, dan senjata
• Dengan melatih pikiran “ Semoga Semua Makhluk Berbahagia “, kita akan muda berkonsentrasi sehingga segala pekerjaan yang dilakukan lancar dan cepat selesai
• Dengan mengembangkan cinta kasih, kita akan terlihat menyenangkan untuk dipandang walaupun secara fisik kurang indah.
• Dengan mengembangkan cinta kasih, kita bisa menghadapi kematian dengan tenang sehingga bisa terhindar dari kelahiran di alam-alam yang tidak menyenangkan
• Dengan mengembangkan cinta kasih, walaupun belum mencapai Nibbana kita bisa terlahir di alam Brahma.
Diposting oleh
Dhammadharassa
di
07.41
0
komentar
Motivasi dalam Buddhis oleh Ci Rika Lenawaty
Sabtu, 28 Agustus 2010
-Tujuan akhir dari Umat Buddhis adalah “Kebebasan Sejati” atau “Nibbana”.
-Kita menjadi Buddhis bukanlah proses sehari-duahari atau setahun-duatahun tetapi proses yang panjang, yaitu seluruh kehidupan kita, dari dulu yang tak berujung sampai kini.
-Buddhis mengajarkan kita mengubah pola pikir. (About Mind Set)
-Tiga Motivasi umat Buddhis adalah 1. Kecil : kehidupan akan datang, lahir di alam bahagia. 2. Sedang : Bebas dari samsara—Nibbana, dan 3. Besar : Menjadi Buddha demi kebaikan semua mahkluk.
-Semua sekte dalam agama Buddha mempunyai motivasi yang sama yaitu, kesucian batin.
Diposting oleh
Dhammadharassa
di
09.08
0
komentar
Nasionalisme dalam Buddhis oleh Ko Yosep Setiawan
Minggu, 22 Agustus 2010
-Tanah yang paling harum dan air serta udara yang paling segar adalah tanah, air, dan udara di tanah kelahiran kita
-Kutipan sutta “ Bertempat tinggal di tempat yang sesuai adalah berkah utama “ menunjukkan bahwa tanah air kita, Indonesia, yang kaya akan kekayaan alam ini adalah tempat yang dimaksud tersebut. Hanya saja, biasanya kesadaran dan kebijaksanaan kita yang kurang dalam memanfaatkannya
-Salah satu Presiden AS, John F Kennedy berkata “Jangan tanyakan apa yang negara berikan pada Anda, tetapi apa yang telah Anda berikan kepada Negara“
-Nasionalisme dalam Buddhis mengajarkan bahwa apa yang diperjuangkan harus benar dan baik bagi diri sendiri dan orang lain.
-Mencintai tanah air tidak harus ikut berperang tetapi dapat dimulai dari hal-hal kecil seperti menjaga kelestarian lingkungan sekitar dan menekuni hal-hal yang dapat mengukir prestasi
Ko Yosep on FB
Diposting oleh
Dhammadharassa
di
00.08
0
komentar
Yang Muda Yang Bertanggung Jawab oleh Ko Wira
Sabtu, 14 Agustus 2010
-Bertanggung jawab berarti siap menerima tugas dan kewajiban
-Kewajiban umat Buddhis adalah menjaga citra baik agama Buddha
-Tanggung jawab kita sebagai pemuda-pemudi Buddhis adalah menjalankan Pancasila Buddhis (bertekad menghindari pembunuhan, bertekad menghindari pencurian, bertekad menghindari perbuatan asusila, bertekad menghindari ucapan tidak benar, dan menghindari minuman/makanan yang dapat menyebabkan lemahnya kewaspadaan)
Diposting oleh
Dhammadharassa
di
09.53
0
komentar
Berani untuk Gagal oleh Bhante Attadiro
Minggu, 08 Agustus 2010
•Kegagalan sepatutnya dianggap sebagai batu loncatan agar bisa mencapai keberhasilan
•Dengan pernah mengalami kegagalan seseorang bias belajar sehingga bisa lebih baik karena kegagalan adalah ibu dari keberhasilan
•Kita bisa belajar dari keteguhan hati seekor laba-laba yang terus-menerus merajut jaringnya, berapa kali pun jaringnya itu rusak.
•Mati dalam perjuangan adalah lebih mulia daripada hidup tanpa perjuangan
•Berpikirlah positif tatkala kita sedang terpuruk dalam kegagalan, seperti seorang anak yang terus berusaha berjalan karena ia yakin bisa berjalan seperti orang tuanya
•Tidak ada manusia yang tidak mengalami kegagalan karena kegagalan adalah bagian dari keberhasilan
•Trik menghadapi kegagalan adalah mempertebal keyakinan akan apa yang akan dilakukan, singkirkan keragu-raguan.
Diposting oleh
Dhammadharassa
di
04.17
0
komentar
Menjaga Suasana Hati Menurut Buddha Dharma dengan baik oleh Ko Amir
Sabtu, 31 Juli 2010
• Kegelisahan dalam hidup bersumber dari kekotoran batin yakni Tanha ( keinginan ) yang belum bisa dikendalikan
• Kikislah iri hati dan kembangkanlah Mudita ( simpati terhadap kebahagiaan dan kesedihan orang lain)
• Buddha berkhotbah bahwa “ Hiduplah tanpa ketamakan dan juga tidak iri hati. Isilah pikiran dengan kebajikan. Memiliki pikiran murni serta batin teguh dan terkonsentrasi “
• Biasanya suasana hati kita sering dipengaruhi kondisi-kondisi di luar diri kita sendiri, akibatnya kita mudah ikut-ikutan. Bijaksanalah dalam hal ini. Ikuti kondisi yang positif dan hindari kondisi yang negatif.
Diposting oleh
Dhammadharassa
di
01.21
0
komentar
Akibat dari Kemarahan
Menurut ajaran Sang Buddha, apapun alasannya kemarahan tidak perlu dilakukan.
Bila ada kesalahan, tidak perlu diselesaikan dengan marah2, bisa dengan diajari, dituntun, dibimbing dengan sabar.
Akibat dari kemarahan:
1. Menimbulkan rasa sakit hati di hati orang lain, sehingga dapat merugikan diri sendiri dan menambah karma buruk.
2. Bahaya bagi kesehatan sendiri (Jantung berdetak lebih cepat, tekanan darah menjadi tidak teratur.)
3. Usia menjadi lebih pendek dari seharusnya.
4. Pada saat marah, manusia akan mengeluarkan nafas dengan kandungan yang berbeda dari biasanya.
Diposting oleh
Dhammadharassa
di
01.19
0
komentar
Cara Mencapai Impian/Cita-cita oleh Ko Dedy Mulyadi
Sabtu, 26 Juni 2010
Ko Dedy Mulyadi on FB
Diposting oleh
Dhammadharassa
di
19.37
0
komentar
Manfaat Kita Jujur oleh Ko Hendra
Sabtu, 19 Juni 2010
•Kejujuran adalah apa yang ada dalam hati sebenarnya dikeluarkan
•Kejujuran terkadang menyakitkan namun di balik itu kejujuran mendatangkan kelegaan
•Belajarlah dari kejujuran yang diungkapkan orang lain terhadap kita
•Kejujuran yang kita ucapkan adalah lebih penting daripada pengakuan orang lain akan kejujuran kita
Diposting oleh
Dhammadharassa
di
09.36
0
komentar
Membangun Semangat dalam Diri oleh Ko Deny Vangsapalo
Sabtu, 12 Juni 2010
•Semangat (Viriya) usaha dari pikiran dalam melakukan suatu perbuatan (baik dan buruk)
•Viriya sudah ada dalam diri manusia sejak proses pembuahan
•Secara alami, otak manusia cenderung menghindari penderitaan dan mencari kebahagiaan
•Lima cara membangun semangat :
-Pengulangan atau repitisi : kebiasaan yang tebangun dalam keseharian
-Identifikasi kelompok atau keluarga ; pengaruh lingkungan sekitar dalam kebiasaan keseharian
-Ide yang disampaikan oleh figur yang dipandang memiliki otoritas ; instruksi dari orang yang berkesan bagi kita cenderung lebih melekat dalam iri kita
-Emosi yang intens
-Kondisi alfa (hipnotis) atau meditasi ; ketika pikiran tenang segala seuatu yang masuk akan terasa lebih lancar
•Langkah pertama yang dapat kita lakukan ketika semangat kita sedang down adalah mengubah posisi tubuh menjadi posisi yang kokoh (badan tegap)
Ko Denny Vangsapalo on FB
Diposting oleh
Dhammadharassa
di
10.49
0
komentar
Kebahagiaan dalam Buddhisme oleh Romo Sudar
- Cobalah untuk HIDUP PADA SAAT INI : tidak membuang waktu untuk menyesali masa lalu, tidak menyia-nyiakan waktu untuk mencemaskan masa yang akan datang, tetapi bahagia pada saat ini.
- Kebahagiaan seorang tergantung pada pola pikir dan pola hidupnya
- Kebahagiaan tidak berarti harus memiliki banyak materi karena " TAHU CUKUP ADALAH ORANG KAYA "
- Kebahagiaan dalam Buddhisme adalah kepuasan akan apa yang telah kita miliki yang merupakan kekayaan tertinggi
- Orang yang berbuat baik walaupun kebahagiaan belum datang, tapi sebenarnya marabahaya telah menjauhinya.
- Meditasi adalah jalan menuju ke kebahagiaan, dengan pikiran dan perasaan tenang kita akan bisa bersyukur secara mendalam, dengan begitu Kebahagiaan yang sejati akan kita rasakan
5 Juni 2010
Diposting oleh
Dhammadharassa
di
10.25
0
komentar
Lihatlah Sisi Baik dari Sesuatu oleh Ko Adi
Selasa, 25 Mei 2010
- Pengakuan akan kelebihan seseorang adalah sumber kekuatan
- Pujilah orang di sekitarmu akan kelebihannya, karena pujian itu menggairahkan, pujian membantu melewati rintangan
- Kunci dari suatu komunikasi pengajaran adalah fokus pada kelebihan/bakat, bukan kekurangan. Setiap anak memiliki sisi terang dan gelap. Carilah sisi terangnya, dan semua yg baik akan muncul
- Semua orang perlu IMPIAN, dengan impian maka ada HARAPAN. Setiap manusia butuh impian, dengan impian maka ada KEKUATAN. Impian akan menyinari hidup kita bagai mentari, ia memberikan KEBERANIAN
- Orang dewasa (orang tua) adalah panutan yg muda (anak-anak), keluarga kasar menghasilkan anak yg kasar pula
- Tatkala mendapat suatu masalah, ingatlah bahwa masalah itu memiliki dua sisi, baik dan buruk. Presiden ke-35 AS, John F. Kennedy berujar Dalam sastra China, kata krisis tersusun dari 2 karakter, yg satu berarti BAHAYA dan yg satu lagi berarti KESEMPATAN. manfaatkanlah sisi baik dan kesempatan dgn sebaik-baiknya
- Barang yg berguna dipakai dgn salah akan jadi tidak berguna, begitu juga sebaliknya barang tidak berguna dipakai dgn benar akan jadi berguna
intisari dari film I NOT STUPID TOO 2(sebuah film inspirasional oleh Jack Neo)
Ko Adi on FB
bagi teman2 yg berminat utk mendapatkan film I NOT STUPID TOO 2 bisa mengirim message ke aktivis DD Triden :)
*siapkan Flashdisk yg bisa nampung total size file filmnya kurang lebih 496 Mb
Diposting oleh
Dhammadharassa
di
22.21
0
komentar
All About Love oleh Ko Richard
Sabtu, 15 Mei 2010
· Cinta meliputi cinta pada : diri sendiri,lawan jenis, keluarga, sahabat, lingkungan, satu jenis, dll
· Cinta dapat terwujud apabalia ada : pengenalan, tanggung jawab, perhatian, dan saling menghormati
· Hindari pacar yang :selalu mengambil tetapi tidak memberi, mengucapkan kata bohong (musavadha), memuji berlebihan, mengikuti kita dalam jalur yg salah
· Cinta itu perlu kebijaksanaan karena kebijksanaan akan membimbing hidup kita akan jauh lebih baik dan terarah dalam menjalinnya
· Jangan melekat pada apa yang dicintai atau yang tidak dicintai. Tidak bertemu dengan mereka yang dicintai dan bertemu dengan mereka yang tidak dicintai, keduanya adalah penderitaan ( Dhammapada Piyavagga Bab XVI Ayat 2 )
Diposting oleh
Dhammadharassa
di
10.01
0
komentar
Meningkatkan kualitas Hidup oleh Bhante Sudassano
Sabtu, 08 Mei 2010
Kualitas adalah ukuran nilai.
Kualitas hidup perlu kita tingkatkan. Kita harus mengetahui kualitas diri kita masing2, lalu meningkatkannya, agar di kemudian hari kita menjadi lebih baik.
Jangan hanya memperhatikan apa yang dilakukan orang lain, tapi perhatikanlah diri sendiri.
Kualitas hidup perlu dipahami, karena kalau tidak maka kualitas hidup kita akan mandek atau tidak berkembang.
Kita harus mempunyai komitmen, 4 hal untuk meningkatkan kualitas hidup :
1. Kita harus mempunyai pendirian, jangan sampai tertular “penyakit” seperti merokok, gaul-gaulan tidak benar, pokoknya tindakan yang tidak baik. Jangan mencoba-coba tindakan2 buruk tersebut. Kita harus mencegah serta menahan diri untuk tidak melakukan hal tidak baik.
2. Kita harus melihat jauh ke dalam diri kita, apakah kita mempunyai “penyakit” itu atau tidak. Karena banyak orang tidak sadar bahwa dalam dirinya juga ternyata punya “penyakit”. Kita harus membina diri serta berusaha berjuang membuang keburukan yang ada dalam diri kita masing-masing.
3. Kita harus mengembangkan hal-hal yang baik. Baik yang sudah ada maupun yang belum ada dalam diri kita. Dapat dilakukan dengan meditasi, rajin belajar, disiplin. Kita harus mencoba hal-hal tersebut. Pikiran baik, ucapan baik, tindakan baik.
4. Kita harus mempertahankan hal-hal yang sudah baik dalam diri kita, seperti rajin belajar, rajin ke vihara.
Kita sebagai manusia, harus memiliki perilaku dan mental yang baik dan benar.
Diposting oleh
Dhammadharassa
di
11.18
0
komentar
Setiap Manusia Memiliki Kelebihan Masing-masing oleh Ko Yosep Setiawan
Sabtu, 01 Mei 2010
•kelebihan setiap orang tidak semuanya dibawa dari lahir, namun ada juga kelebihan yang diperoleh dari latihan. BISA karena BI(A)SA.
•Lebih baik mencari dan menelusuri apa yang menjadi kelebihan dalam diri sendiri, daripada meratapi kelemahan diri sendiri karena SETIAP ORANG PASTI DIANUGERAHI KELEBIHAN
•Kekurangan fisik tidak bisa mengalahkan tekad kita untuk mengembangkan kelebihan kita jika kita telah memiliki SEMANGAT (VIRYA) yang kuat
•KALAU MEREKA (PENYANDANG CACAT) BISA, ANDA PASTI LEBIH BISA! (video inspirasi bagi kita)
•Motivasi utama kita untuk melakukan kebajikan adalah supaya kehidupan kita LEBIH BAIK
Ko Yosef Setiawan on FB klik sini
Diposting oleh
Dhammadharassa
di
22.31
0
komentar
Pergaulan Remaja Menurut Buddhis oleh Sami Neng Xiu Mao
Minggu, 25 April 2010
- Cinta yang dilandasi dengan rasa menyayangi akan terasa lebih indah daripada cinta yang dilandasi dengan nafsu
- perpisahan akan terjadi dalam hidup manusia karena hidup adalah persimpangan.
- Hargai momen ssetiap aat Anda bersama sahabat.
- Sahabat sejati selalu ada saat suka dan duka kita.
- Benci yang paling parah adalah benci yang melukai
- Cinta dan benci berawal dari pandangan
- Menjalankan Dhamma adalah hal terpenting sebagai Buddhis
- Ketika kita menemui masalah, sadarilah bahwa duni ini setengah-setengah. Setengahnya adalah dominan orang jahat dan setengah lagi adalah dominan orang baik.
- Orang yang bijak tidak menggantungkan dirinya pada para Buddha, melainkan melatih dan mengembangkan diri sendiri
- Ketika kita berterima kasih dan bersyukur pada saat itulah kita merasa kaya.
- Orang yang dominant akan keegoan cenderung miskin aka teman
- Bikkhu, Bikkhuni dan Sangha adalah pelayan umat Buddha
Diposting oleh
Dhammadharassa
di
08.16
0
komentar
Tradisi Etnis Tionghoa oleh Ko Rudi Arijanto
Jumat, 23 April 2010
Setelah ikut terlibat dalam pemindahan jenazah, orang tersebut harus membersihkan dirinya dengan cara mandi dan ganti pakaian semata-mata karena alasan kebersihan ( mencegah bakteri jenazah menyebar).
Fakta dan Mitos seputar Tradisi Kematian Etnis Tionghoa
Kenapa setelah melayat (Sang Seng), kita harus mencuci muka, tangan, dan kaki sebelum masuk rumah ?
FAKTA
- supaya bersih
- setelah melayat, kita tidak boleh berkunjung ke tempat lain, melainkan harus langsung pulang rumah dan mandi
- saat jenazah dipindahkan, pengunjung harus melihat ke arah timur karena arah timur adalah arah matahari terbit sehingga melambangkan kehidupan baru.
MITOS
- setelah melayat, pelayat tidak boleh kemana-mana karena takut diikuti oleh hantu si jenazah
- saat jenazah dipindahkan, pengunjung tidak boleh melihat ke arah jenazah karena takut dapat mimpi buruk akan hantu si jenazah.
SESI TANYA JAWAB
Tanya : Kenapa kalau orang meninggal dan lewat di depan rumah warga harus disirami air setiap depan rumah yang dilewati ?
Jawab : Tidak ada tradisi Etnis Tionghoa yang melakukan hal tersebut, tetapi anggota keluarga tersebut harus melempari kertas sembahyang (Gincoa) bukan dengan air atau warga yang menyiraminya
Tanya : Kenapa ada anggota yang harus memakai pakaian terbalik saat ada anggota keluarga yang meninggal ?
Jawab : Itu juga bukan tradisi Etnis Tionghoa, melainkan hanya merupakan simbol ungkapan pembedaaan keluarga kepada masyarkat bahwa sedang berduka/ada anggota keluarga yang meninggal dunia.
Tanya : Dalam hal pembagian harta warisan orang yang meninggal, apakah semua anggota keluarga harus/pasti mendapatkan bagiannya ?
Jawab : Secara aturan Etnis Tionghoa, hanya anak laki-laki saja yang mendapatkan harta warisan itu. Sedangkan anak perempuan tidak berhak karena setelah ia menikah, ia akan ikut suaminya. Akan tetapi, itu juga tergantung kebijakan sang pembagi warisan.
Ko Rudi Arijanto on FB
Diposting oleh
Dhammadharassa
di
04.42
0
komentar
Sekilas tentang DD
Kamis, 15 April 2010
Haii DD’erz...
Kita mau ngebahas tentang Dhammadharassa niih...![]()
Mungkin masih banyak temen2 yang belum tau tentang sejarah Dhammadharassa (atau yang akrab kita panggil Dd ). Mungkin secara umum yang temen2 tau, Dd itu hanya kebaktian remaja yang ada di Vihara Padumuttara setiap hari sabtu, dimulai jem 7 malem sampai selesai. Tapi, sebenernya banyak banget lho yang mesti temen2 ketahui tentang Dd kitaa ini ![]()
![]()
Dari hal kecil, seperti arti dari Dhammadharassa itu sendiri, temen2 tau ga? Kalo yang ga tau, harus baca sampe abis yah ![]()
Hmm, artinya itu "Pelaksana Dhamma". Jadi, kepengurusan Dd 12 tahun yang lalu, ngasiH nama Dhammadharassa dengan maksud umat Dd smuanya bisa jadi Pelaksana Dhamma yang sesungguhnya. Oke? Setuju ga nii? Dd juga punya lambangnya yaitu bunga teratai, yang punya arti seperti teratai sesungguhnya yaitu melambangkan Bodhi (Sansekerta untuk pencerahan). Dd terbentuk tanggal 6 Juli 1997.![]()
Sebenernya... kebaktian remaja di Vihara Padumuttara uda Lama banget terbentuknya, tapi terbentuknya kepengurusan Dd untuk pertama kalinya ya pas tahun ’97 tadi ..Kira2 sekarang umur brapa yah? Bisa itung sendiri donk? ![]()
Sampe sekarang, Dd itu jadi kebaktian remaja terbesar di Tangerang LhoO. Hebat kan?
Mungkin karena kapasitas dhammasala Vihara Padumuttara yang luas banget kaya lapangan itu tuhh, jadinya bisa nampung umat yang dateng ke Dd setiap minggunya banyak deh. Kalo mau diitung2, setiap minggunya, umat yang dateng untuk kebaktian di Dd sekitar 400 umat. Waoowww ...banyakk yah? Apalagi kalo kita ngadain acara speciaL, yang dateng bisa lebih dari itu. Sampe-sampe dhammasala ampir ga muat and mesti sempit-sempitan deh. Tapi karna niat para umat yang bulet untuk dateng ke Dd, jadinya itu ga jadi masalah tuh bagi mereka. ![]()
.Tapii, kita bukan cuma mentingin kuantitas lho, tapi juga kualitasnya umat Dd. Sperti kita saling mengingatkan antara pengurus ke umat kalo ada ketidakberesan. Contohnya aja, dari para pengurus ga membiarkan umatnya berisik pas lagi ngedengerin ceramah. Hmmm...umat nya juga bisa diajak kerjasama kok, jadinya umat and pengurus ada hubungan simbiosis mutualisme deh, dimana hubungannya saling menguntungkan ![]()
![]()
Kalo soal kepengurusan, Dd uda punya 8 angkatan kepengurusan. Yang sempet di pimpin sama 8 koordinator, mereka itu yang berjasa banget buat perkembangan Dd dari dulu sampe skarang... Koordinator angkatan pertama itu Ko Andri Pinusli, dilanjutin oleh Ko Suryadi, terus Ci Dian, ganti ke Ko Dedy Mulyadi, abis Ko Dedy diganti sama Ci Anastasia, trus beralih ke Ko Deny Vangsapalo. Lanjut ke Ci Kumala Mustika and sampe skarang Ko Indrianto. Yang berkesan dari 2 koordinator terakhir ini (Kumala dan Indrianto), mereka dipilih secara langsung sama umat Dd. Jadi, mereka berkampanye dan ngasih kesempatan buat umat tuk milih para kandidat yang ada. Yahhh...selayaknya pemilu sebenernya ![]()
, sampe penghitungan suaranya pun di depan umat yang milih. Smoga aja yah, pemilu Dd itu bisa diteruskan sampe ke tahun-tahun akan datang, biar Dd bisa berdemokrasi.![]()
Sama kayak sistem kepengurusannya juga. Jadi, kita itu seperti selayaknya keluarga.
.![]()
Nah, kalo soal event-event Dd, kita uda ngadain berbagai acara lhoo.. dari yang tujuannya untuk ngakrabin umat ma pengurus, seneng-seneng sampe event sosial. Contohnya aja JAlin KeakRaban UMat yang biasa kita panggil JARUM. Jarum itu kita adain untuk ngakrabin pengurus dan umat. Acara yang udah kita adain itu macem2 dari olahraga bareng, diskusi and debat tentang Dhamma atau umat dibagi dalam kelompok-kelompok. Contoh lainnya PIKnik dAn PenCeraHan Umat yang kita sebut PIKACHU. Pikachu itu acara 2 taonan dari Dd. Acaranya semacem ret-ret, tapi kita kemas secara kreatif and inovatif. Karena kita liat anak remaja gak suka sama yang monoton, jadinya kita pasti ngebuat hal yang berbeda dari Pikachu 1, 2 dan 3. Apa bakal ada Pikachu lagi? Hmmm...kita lihat kepengurusan nanti aja yaahh.. atau nanti namanya bukan Pikachu? Pokoknya temen2 rajin dateng ke Dd, pasti temen2 bisa ikut smua acara yang Dd buat untuk temen2. Karena Dd memberikan pelayanan terbaik untuk temen2. Ohyaa, trus, da juga Anjangsana ke vihara-vihara yang biasanya kita sebut Roadshow. Selain itu, tiap ada perayaan-perayaan tertentu, Dd juga ngerayain. Sperti ngerayain Hari Raya Imlek, Valentine’s Day, Ulang Tahun Dd, Hari Ibu dan Pergantian Tahun (Old and New) ![]()
![]()



Diposting oleh
Dhammadharassa
di
06.32
0
komentar
Cara Menghilangkan Rasa Takut oleh Romo Heri
• Segala sesuatu terjadi adalah hal wajar, ketakutan tergantung dari bagaimana kita menanggapinya.
• Buddha mengajarkan tentang perubahan, faktor penyebab mengakibatkan 2 hal, yaitu kebaikan dan keburukan.
• Ada 5 point pandangan benar yang dibabarkan oleh Sang Buddha untuk menghilangkan rasa takut:
1. dalam kehidupan, setiap kali berbuat harus berani bertanggung jawab
2. harus ingat dukkha, anicca, anattha
3. kita hidup karena karma kita sendiri
4. kita telah lahir, akan mengalami rasa sakit, dan kematian
5. segala yang kita miliki dan cintai, wajar terpisah dari kita
• Lima point untuk menghilangkan rasa takut harus dilakukan dengan kesabaran dan latihan terus-menerus.
Diposting oleh
Dhammadharassa
di
05.33
0
komentar
Label: Ceramah Mingguan
Panna (Kebijaksanaa) oleh Bhikkhu Khemaviro
· Panna (kebijaksanaan) adalah berpengetahuan mengenai jasmani dan batin mahluk hidup.
· Unsur-unsur jasmani:
1. Patthavi => padat (gigi, daging, tulang)
2. Apo => cairan (darah,ludah)
3. Tejjo => panas /dingin
4. Vayo => udara
· Unsur-unsur batin:
1. Vedana => perasaan
2. Sanna
3. Sankhara => bentuk-bentuk pikiran
4. Vinnana => kesadaran
· Sifat-sifat dari jasmani dan batin:
1. Anicca => tidak kekal
2. Dukkha => ketidakpuasan
3. Anatta => tanpa inti / tanpa aku
· Setelah seseorang menghembuskan nafas terakhir, jika mengingat kebaikan yang dilakukan seperti baca paritta dengan benar, meditasi dengan benar, maka akan terlahir di alam surga.
· Jika misalnya ada orang bunuh diri, digilas rel, merasa sakit luar biasa, maka akan terlahir di tempat meninggalnya menjadi setan (di alam Petta).
· Pikiran terakhir saat meninggal akan mempengaruhi seseorang terlahir kembali di mana.
· Yang membuat seseorang terlahir di surga:
1. berdana kepada vihara, bhikkhu Sangha
2. berdana kepada diri sendiri
3. praktek sila
· Supaya lahir berparas baik di kehidupan yang akan datang:
1. sabar bila mendapat masalah, memberikan reaksi:
· ucapan dan tindakan benar
· ucapan dan tindakan dibutuhkan
· ucapan dan tindakan tepat waktu
· ucapan dan tindakan membahagiakan
· Untuk mempunyai ekonomi yang baik di kehidupan yang akan datang:
1. murah hati =>berdana: materi, ucapan, tenaga, dan pikiran
2. kesabaran dalam lambana => semua tondakan, ucapan, perbuatan terekam dalam batin di kesabaran dalam lambana membuat hidup menjadi lebih baik
· Supaya di kehidupan yang akan datang sehat (berfisik baik) / tidak sakit-sakitan:
=> jangan menyakiti
· Supaya di kehidupan yang akan datang berusia panjang:
=> jangan membunuh
Diposting oleh
Dhammadharassa
di
05.26
0
komentar
Label: Ceramah Mingguan
